RSS

[INFO] Tiket Harian Berjaminan (THB) KRL Commuter Line

08 Agu

Sebagai mahasiswa yang tiap hari naik kereta ke kampus, tentunya saya harus tanggap dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak KRL Jabodetabek (yang seringkali keluar dadakan dan sosialiasinya sangat kurang), dan kebijakan yang terbaru adalah: Tiket Harian Berjaminan (THB), nah itu apa?

Jadi begini, ada berita yang mengabarkan bahwa PT KCJ/KAI menderita kerugian Rp 3 Miliar diakibatkan hilangnya 700.000 keping kartu tiket Single Trip karena dibawa pulang oleh penumpang, nah gara-gara ini, pihak KAI/KCJ akhirnya ngeluarin kebijakan THB ini.

Intinya adalah THB ini merupakan pengganti sistem Single Trip yang merugi ini, jadinya nanti akan ada biaya jaminan sebesar 5000 Rupiah untuk jaminan fisik tiket yang dibeli. Contohnya nih: Saya berangkat ke UI dari manggarai naik KRL, harga tiketnya 3000, tambah jaminan 5000, jadi saya harus bayar 8000 rupiah.

“Wah kok dimahalin?? Ini pasti akal-akalan PT KAI supaya dapat duit banyak nih! Mending ke tiket kertas, blah blah was wes wos…”

Nah, positive thinking dulu lah, jangan gara-gara udah terlalu gedek sama KRL terus bawaannya su’uzon melulu, ntar cepet tua lho :p. Back to topic, jadinya biaya jaminan sebesar 5000 rupiah ini bisa diambil lagi kok setelah sampai stasiun tujuan, jadi secara teknis saya cuma bayar 3000 karena 5000nya balik lagi ke tangan saya. Jadi gak ada harga yang dinaikin😀

Nah kalau misalnya masih bingung, saya kasih step-by-step cara pakai THB ini!

Langkah-Langkah:

  1. Beli tiket di loket seperti biasa, kalau baru pertama kali beli, Anda dikenakan biaya jaminan sebesar 5000, yang nanti bisa diambil lagi pas pulang
  2. Tap in, naik kereta dan TAP OUT seperti biasa di GERBANG (JANGAN lewat Jalan Tikus! Kalo gak mau berurusan sama PKD)
  3. Nah nanti pas keluar, kartu tiketnya masih Anda pegang kan? selanjutnya bagaimana? Ada dua pilihan!
  • Pilihan A: Balikin kartunya ke loket buat ngambil jaminan 5000 rupiah. “Wah kalo gitu ngantri lagi dong? Repot Ah!” Balikinnya gak harus saat itu juga kok, karena dikasih masa tenggang seminggu. Jadi kalau Anda selesai naik kereta hari Senin tanggal 1, maka Anda bisa nukerin pas hari besok2nya sampai Senin tanggal 8. Lewat dari itu, hangus dah 5000nya dan gak bisa diambil lagi…. Kalau udah balikin kartu terus mau naik kereta lagi, kembali ke LANGKAH NO. 1
  • Pilihan B: Simpan kartunya untuk dipakai naik kereta lagi besok harinya. Perlu bayar jaminan lagi? Nggak perlu! Kan tiketnya masih Anda pegang, jadi pas ke loketnya terus misalnya mau ke UI dari Manggarai, cukup bayar 3000 saja, nanti tiket yang Anda pegang diisi lagi. setelah itu lakukan LANGKAH NO. 2. Oh ya, tiket bisa digunakan kembali selama Masa Tenggang seminggu, kalau lewat Masa Tenggang, tiket gak bisa dipake lagi dan, 5000nya hangus. Oh ya kalau misalnya dipake lagi, masa tenggangnya ke-reset, jadi kalau Anda beli tiket hari Senin tanggal 1, maka masa tenggangnya sampai Senin tanggal 8. Kalau ternyata tiketnya dipake lagi hari Rabu tanggal 3, maka masa tenggangnya berubah jadi sampai hari Rabu tanggal 10. Mengerti kan?

“Ah, masih gak ngerti nih! Jelasin lagi dong!” Insya Allah saya mau bikin versi komiknya😀

“Kebijakan barunya repot nih! Harusnya kasih cara yang lebih simpel!” Nah caranya supaya simpel ya beli kartu Multitrip, jadi tinggal Tap in masuk stasiun aja, gak perlu antri dan kena langkah-langkah diatas. Memang sih harga kartunya agak mahal yaitu 20rb, tp setidaknya lebih mudah karena tinggal isi saldo aja, kayak pulsa HP!

“Lu ngapain nulis kayak beginian? Lu marketingnya KCJ ye? Apa elu antek-anteknya Jonan?”

Ya buat mempermudah aja, soalnya banyak yg bilang sistem ribet dsb, padahal kalo positive thinking, sebenernya tiket THB ini mudah loh, gak jauh beda sama sistem tiket yang kemarin.

Nah daripada saya dikira orang marketing KCJ ataupun anteknya Jonan, ini pendapat saya pribadi mengenai sistem baru tiket KRL ini.

Kalo mau lihat sistem, sebenernya sistem ini bagus, soalnya dipake di Singapore MRT dan Korail Korea dan gak terlalu banyak masalah yg muncul. Nah bagaimana kalo diterapin di KRL Jabodetabek/Commuter Line? Menurut saya bisa saja, namun ada beberapa poin yang harus diperhatikan

  1. Sosialisasi. Nah, ini yang paling penting! Sangat disayangkan KCJ/KAI mengeluarkan kebijakan ini secara reaktif dan mendadak, yaitu saat orang-orang sedang libur lebaran. Kebijakannya sendiri katanya berlaku tanggal 20 besok, itu berarti sosialiasinya cuma SEMINGGU. Padahal kebijakan ini bagus lho buat meredam para “kolektor” bandel yang suka ngumpulin kartu. Kalo cuman seminggu, malah nanti bakal ada salah kaprah, kebingungan, dugaan konspirasi wahyudi. Saran saya untuk sementara dibatalkan dulu untuk sementara, beri waktu sebulan/dua bulan buat sosialisasi. Kemaren aja tarif progresif bisa ditunda sebulan karena alasan “gak siap”, masa yang ini gak bisa?
  2. Tutup Jalan Tikus. Salah satu faktor besar yang bikin tiket banyak hilang adalah banyaknya jalan tikus (Apalagi di Manggarai, orang bisa masuk ke stasiun lewat gudang kargo atau rumah warga, loncat dari rel pun gak ditegur), sebagus apapun sistem tiketingnya, kalo jalan tikus masih terbuka lebar yaa, terbuka lebar juga kesempatan orang yang pengen masuk kereta gratisan/bawa kabur kartu
  3. Gunakan material tiket yang lebih murah. Pake kardus/kertas yang gak gampang sobek, basah ataupun lecek supaya tiketnya gak rusak, dan biaya produksi yang lebih murah. Untuk tiket plastik yang sekarang dipake, biaya produksinya 5000/kartu (makanya jaminannya 5000). Untuk beberapa orang, 5000 itu terlalu besar. Nah supaya tiketnya tetep terjangkau, bisa gunakan materi-materi seperti di atas, jadi bisa ditekan jadi tinggal 750 atau 500 rupiah saja. tentu saja yang gak gampang rusak supaya bisa dipake terus dan bisa dibaca mesin
  4. Potensi antrian panjang. Meskipun sudah pakai sistem e-ticketing, penjualannya masih manual dengan cara antri di loket. Itu berarti ada potensi terjadi antrian pas mau ngambil jaminan kalau petugasnya tidak sigap. potensi ini bisa saja dihindari kalau petugasnya lebih sigap, tumpukan 5000 sudah disiapkan di meja, dan loket tambahan buat ngambil jaminan

Nah intinya sih kebijakan baru ini harapannya bisa ngurangin “kolektor” kartu dan meredam biaya kerugian gara-gara tiket hilang. Keliatannya sekilas ribet, tapi kl bisa dipermudah, kenapa tidak? Semoga proses modernisasi sistem ticketing ini bisa jalan lancar, gak ada lagi penumpang ilegal, jalan tikus, tiket hilang dll. Kalo prosesnya lancar dan penumpang bersama operator saling bantu buat betulin sistem, bukan gak mungkin kan kalo kualitas KRL nantinya bisa menyamai MRT Singapore atau Tokyo Metronya Jepang?😀

 
8 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 8, 2013 in Uncategorized

 

8 responses to “[INFO] Tiket Harian Berjaminan (THB) KRL Commuter Line

  1. Parjo

    Agustus 14, 2013 at 5:14 pm

    Bentar lagi juga tarifnya dinaekin. Tarif murah yang sekarang ini hanya untuk meredam kemarahan pengguna KRL Ekonomi yang alat transportasi andalan mereka dihapus.

     
    • emirst

      Agustus 15, 2013 at 11:25 am

      Hmmm…Kementrian Perhubungan udah ngasih subsidi tiket murah sampai November 2013 nanti, jadi seharusnya untuk dua-tiga bulan kemudian tiketnya masih murah. kalaupun nanti harga tiketnya kembali seperti semula (5000 untuk 5 stasiun awal, 3 stasiun berikutnya), itu berarti subsidi sudah selesai. Toh dari sebelum ekonomi mau dihapus, proposal tarifnya memang 5000/5 stasiun awal, 1000/3 stasiun berikutnya, jadi secara teknis sih gak berubah/naik harga tiketnya. Tapi kebetulan kemenhub ngasih subsidi supaya orang-orang mau pindah ke KRL, makanya harga tiket jadi turun.

       
  2. Fildzah Tamimi

    Agustus 22, 2013 at 7:34 pm

    kalau untuk kartu yang multri trip masih bisa digunakan ?

     
    • emirst

      Agustus 25, 2013 at 9:22 pm

      Masih bisa kok, saya masih pakai tiap hari. Justru kartu multitrip itu supaya gak perlu antri tiap hari buat beli THB

       
  3. Wahyono Surahman

    Desember 2, 2013 at 4:05 pm

    good job.bagus nih postingan,terutama buat saya yang baru beralih ke moda transfortasi commuter line.sempat bingung juga ma sistem tiket nya.thx

     
  4. Popok Bayi

    Desember 3, 2013 at 8:16 pm

    Menurut saya pelayanan KRL sedikit demi sedikit mulai meningkat, mulai dari sistem tiket yang diperbarui, lahan parkir area stasiun yang diperluas, peraturan tentang yang boleh masuk ke stasiun dll. Memang tidak bisa langsung bagus seperti di Jepang atau Singapore, semua butuh proses. Coba bandingkan sistem sekarang dengan 2 tahun lalu, pasti kita akan melihat jauh bedanya…(Saya juga bukan marketingnya KCJ hehe)

     
  5. cahyo

    Juni 8, 2014 at 6:37 am

    Tiket thb tersebut apakah bisa di tukar d station yg berbeda?trus apa bisa bila ditukar uang ja?

     
    • emirst

      Juni 17, 2014 at 7:41 pm

      Selama gak kadaluarsa sih bisa ditukar di stasiun KRL mana saja, gak peduli di mana pertama kali belinya.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: