RSS

Kunjungan ke Jakarta Smart City Lounge

03 Apr

Sudah tiga tahun semenjak postingan terakhir dan lima tahun semenjak blog ini dibuat. Tapi ternyata tulisannya masih sedikit sekali. Untuk ke depannya mungkin saya akan coba menghidupkan kembali blog ini. Beberapa tulisan sebelumnya yang agak menggalau sudah saya sembunyikan atau ditandai privat karena blog ini bersifat publik dan bisa dibaca oleh siapa saja.

Kembali ke topik.

Sekitar satu bulan yang lalu saya mengunjungi Jakarta Smart City Lounge (JSCL) yang berada di kompleks Balaikota DKI Jakarta. Saya sendiri tertarik untuk mengunjungi tempat ini setelah membaca beberapa berita di koran dan tulisan beberapa teman yang sudah pernah berkunjung ke sana. Berdasarkan info dari mereka, JSCL ini merupakan tempat untuk memantau laporan-laporan warga DKI Jakarta yang dikirimkan melalui sistem Smart City Jakarta yang berupa aplikasi smartphone bernama Qlue. Karena penasaran, saya memutuskan untuk mengunjungi langsung JSCL ini.

Untuk masuk ke JSCL, dapat melalui kompleks Balaikota DKI Jakarta yang berada di Jl. Medan Merdeka Selatan, beberapa petak dari Kedubes AS. Anda bisa menuju kawasan ini dengan menggunakan CL (turun di St. Gondangdia) atau Transjakarta. Sedikit informasi kalao kompleks Balaikota ini hanya dibuka setiap Sabtu dan Minggu pukul 08.00-16.00. Tidak dipungut biaya.

Bagian Balaikota yang dapat dimasuki adalah bagian pendopo tua bergaya Belanda yang berada pada sisi kiri kompleks. Terdapat tur singkat keliling Balaikota sebelum memasuki JSCL. Untuk tur singkat ini, rencananya akan saya bahas di tulisan berikutnya.

Ketika saya berkunjung, tidak ada papan tanda atau signage yang menunjukkan posisi dari ruangan JSCL. Setelah berkeliling-keliling bertanya pada petugas setempat, ternyata ruangan JSCL terdapat pada lantai 3 gedung tempat dilaksanakannya tur Balaikota. Kembalilah saya ke pendopo tua tersebut dan langsung naik tangga menuju di lantai tiga. Setelah sampai, nantinya akan terdapat ruang resepsionis JSCL. Ruangan ini sendiri ternyata diawasi oleh CCTV, sehingga jika terdapat orang yang berkunjung atau nyasar ke tempat ini, akan disambut oleh petugas penjaga JSCL.

DSC_0295[1]

Resepsionis Jakarta Smart City Lounge (JSCL)

Dari sini, petugas dari JSCL langsung mengajak saya untuk ikut tur singkat keliling jSCL. Hanya saya yang ada di situ. Jelas, tidak ada signage atau tanda yang mengarahkan pengunjung balaikota menuju JSCL. Yang dikunjungi pertama kali adalah ruang kerja. Tim Smart City Jakarta bekerja pada ruangan ini pada hari Senin-Jumat untuk melakukan pemantauan dan pemrosesan laporan warga DKI Jakarta yang masuk ke dalam sistem Smart City Jakarta.

DSC_0297[1]

Ruangan kerja JSCL

Ruangan ini jelas kosong karena hari libur. Dari sini petugas mengajak saya menuju ruang rapat dan pemantauan. Ada yang unik di sini. Antara ruang rapat dengan ruang kerja terdapat dinding kaca yang dapat diburamkan dengan menggunakan sebuah tombol. Ini berguna ketika terdapat rapat penting yang tidak bisa disaksikan sembarang orang, sehingga ketika rapat berlangsung, kaca diburamkan dan orang tidak bisa melihat apa yang dilakukan atau dibicarakan di dalam ruang rapat.

DSC_0299[1]

Ruang rapat sekaligus ruang pemantauan

Di foto di atas terdapat monitor raksasa yang digunakan untuk memantau posisi laporan warga, status laporan, dan data statistik lainnya. Terdapat juga saringan laporan berdasarkan instansi pengurus, kamera CCTV pintu air, dan nomor kontak yang dapat digunakan untuk menyalurkan laporan kepada Pemprov DKI melalui sistem Smart City Jakarta. Monitor ini terus dipantau setiap hari untuk memastikan setiap instansi yang bertanggung jawab agar memroses setiap laporan yang masuk.

DSC_0300[1]

Monitor pemantauan laporan JSCL

Kaca antara ruang rapat dan pemantauan ini juga dapat diburamkan dalam kondisi tertentu. JSCL ini sebenarnya tidak terlalu besar, sehingga waktu keliling juga singkat. Setelah keliling, saya menyempatkan untuk mengobrol dan sedikit tanya jawab mengenai sistem Smart City Jakarta ini. Menurutnya, sistem ini dimulai sebagai inisiatif Pak Jokowi saat beliau masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Warga yang ingin melaporkan keluhan mengenai masalah yang ada di lingkungannya dapat menggunakan aplikasi smartphone yang bernama Qlue. Setelah laporan masuk, laporan akan dipantau untuk memastikan laporannya diproses oleh instansi yang berkaitan.

Pada sistem ini, tanggung jawab utama terdapat pada Kelurahan sebagai “kepala perumahan”. Menurutnya, dengan sistem ini, Kelurahan harus dapat mengetahui dan memroses setiap laporan yang terjadi pada wilayahnya. Bagaimana jika tidak diproses juga? Kelurahan dapat “distafkan” atau dirotasi, dan ini menurutnya sudah terjadi berkali-kali. Indikator kelurahan yang kemungkinan dirotasi dapat dilihat melalui sistem skor yang berdasarkan laporan yang masuk dan yang telah diproses. Selain kelurahan, terdapat suku-suku dinas yang dapat memroses laporan yang tidak masuk dalam ruang lingkup kelurahan. Misalnya: kebakaran, pendangkalan sungai, PKL, kemacetan, masalah Transjakarta, dll.

Selain itu, diceritakan juga bahwa JSCL ini juga sudah dikunjungi oleh tamu-tamu penting dalam maupun luar negeri. Salah satu tamu luar negeri yang datang adalah (kalau tidak salah) Menteri Luar Negeri Singapura yang ingin mengetahui sistem kerja Smart City di Jakarta.

Jika ingin mengunjungi JSCL, Anda dapat berkunjung pada hari Sabtu dan Minggu, dengan jam buka 08.00-16.00. Tidak dipungut biaya dan tidak harus membuat janji kunjungan terlebih dahulu. Bagi yang penasaran dengan isi monitor JSCL tersebut dapat mengunjungi alamat http://smartcity.jakarta.go.id . Alamat web tersebut merupakan alamat umum yang dapat dibaca dan digunakan oleh umum. Beberapa informasi yang tersedia antara lain data laporan warga, CCTV pintu air, hingga tracking posisi bus Transjakarta.

Sedikit intermezzo, saya menemukan video animasi promosi salah satu universitas di Jepang. Pada animasi ini, topiknya adalah kemacetan Jakarta. Menurut animasi ini, alumni dari universitas ini akan datang membantu Jakarta untuk mengatasi kemacetan dengan membangun sistem Smart City yang menurutnya baru ada tahun 2027. Prediksi mereka ternyata salah, karena tanpa menunggu mereka datang di tahun 2027 pun, DKI Jakarta sudah punya sistem Smart City sendiri, haha.

Jakarta Smart City Lounge (JSCL)
Balai Kota DKI Jakarta Blok B Lt. 3
Jalan Medan Merdeka Selatan No.8-9
Jakarta Pusat.
Buka: Sabtu dan Minggu (09.00-16.00)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 3, 2016 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: